Tentang Kami
Dalam beberapa hal, kami hanyalah pasangan biasa seperti kebanyakan. Pertama kali saling mengenal melalui dunia maya. Siapa sangka ternyata jodoh memang datang melalui dunia tersebut. Jarak Jakarta-Semarang yang memisahkan bukanlah menjadi penghalang.
Berkeinginan untuk segera menikah sejak beberapa bulan saling mengenal. Namun, apa daya, orang tua kami saat itu belum mengizinkan. Dijanjikan dapat melangsungkan pernikahan setelah mempelai wanita dapat menyelesaikan kuliahnya.
Namun, bukan Adit & Niez namanya bila berhenti sampai di situ saja. Kesabaran untuk menunggu waktu kelulusan seperti mulai terasa habis. Kami pun mulai merencanakan untuk melakukan sesuatu. Bergerak! Banyak rencana dari A sampai Z telah dibuat. Pendekatan kepada keluarga tidak luput dari perhatian. Tentu tidak lupa dengan doa pada-Nya. Ya, lakukan atau tidak sama sekali!
Memutuskan untuk menikah di bulan Muharram sebagai motivasi diri untuk membuktikan bahwa apa yang menjadi pandangan banyak orang untuk menikah di bulan tersebut akan mendatangkan kesialan atau bencana ialah salah besar. Allah menciptakan hari, bulan, dan tahun dengan dihiasi segala rahmat-Nya bagi yang mengejarnya. Hari, bulan, dan tahun tidak diciptakan untuk mendatangkan kesengsaraan bagi umat-Nya. Bukan untuk menyulut pertikaian, hanya hendak menjadi pelecut bagi kami berdua. Katakan hitam adalah hitam, putih adalah putih.

